Malam itu begitu meriah. Terlebih di rumah Astrid. Seperti malam tahun baru di tahun-tahun sebelumnya, malam ini rumah Astrid yang luas penuh sesak oleh tamu, baik teman-temannya maupun relasi orangtuanya.
Meskipun memiliki harta yang mampu menjaminnya untuk hidup senang, Astrid tak pernah memilih-milih dalam hal berteman. Ia ramah kepada siapapun juga. Oleh karena itu, ia memiliki banyak teman. Hanya saja, yang benar-benar teman sejati baginya dapat dihitung dengan jari. Salah satunya adalah Andra. Mereka bersama sejak TK, kedua gadis itu seakan bertumbuh bersama. Diantara teman yang datang dan pergi, Astrid dan Andra selalu bersama.
"Ra, arah jam sepuluh. Ampe ngeces tuh ngeliatin elo."Bisik Astrid pelan.
"Gila, lo. Itu mah si Theo. Dia ngeces bukan ngeliatin gue. Dia ngeces ngeliat meja makan." Mereka berdua menahan tawa yang hampir meledak.
"Eh liat deh, Trid. Ada cowok ganteng kesini tuh. Dia dah ngeliatin elo dari tadi. Sukses ya, Sis. Gue mo ke dapur ngembat Cheese Cake lo dulu. Ngiler gue dari tadi."
"Eh, gila. Yang bener, lo. Itu si Matt, kan? Anak uni sebelah?" Sahut Astrid sambil melirik ke arah yang ditunjukkan Andra.
"Eh, gue dah rapi belum?" Sambung Astrid sambil berusaha tetap terlihat tenang.
"Ra???" Yah... kabur duluan tuh anak. Moga moga Cheese Cake gue gak ludes ama dia semua. Amin.
Di dapur, Andra yang sudah terbayang Cheese Cake sejak siang tadi menghampiri kepala pelayan dan bertanya dimana gerangan Astrid menyembunyikan sang Cheese Cake.
Tak sengaja Andra bertabrakan seseorang saat berjalan sambil tersenyum-senyum membayangkan adegan romantis yang akan segera dijalaninya dengan Cheese Cake tercinta. Garpu ditangannya pun jatuh berkelontangan saat beradu dengan lantai.
"Ah, sorry." Oh, wow!!
"Tak apa. Kamu pasti Andra. Teman Astrid?"
Kaku amat bahasa indonesianya. Wah.. matanya coklat muda. Bule nyasar kali ye... "Eh?? Oh... Iya. Gue Andra. Kok bisa tau?"
"Aku pernah melihat kamu di foto graduation Astrid. Aku Brian, Astrid's cousin." Ucapnya sambil mengulurkan tangan
Ah... Brian yang di UK. Bokapnya orang sono. Wah, ganteng amit... leleh deh gue. "Oh... Ah, iya. Mo Cheese Cake gak?"
"Cheese Cake?"
"Yup. Di kulkas."
"Sounds great." Dan pembicaraan pun berlanjut di antara dentingan garpu dan potongan Cheese Cake.
Sementara itu di ruang tamu, OMG OMG. Deg-degan gue. Copot jantung gue. Duh... Ganteng banget sih lo, Matt.
"Astrid, kan? Aku Matt. Aku sering ngeliat kamu di acara-acara antar kampus tapi baru kali ini dapet kesempatan kenalan sama kamu." Kata Matt sambil menampilkan senyum manis yang sanggup melelehkan semua makhluk berjenis kelamin wanita.
"Kamu cantik banget malem ini, Trid" Nyakkk... aye dibilang cantik ama Matt.
"Kamu juga keren banget malem ini, Matt."
"Keren doang, nih? Gak ganteng, dong?" Matt mengeluarkan senyum jahilnya.
"Iya deh... Iya... Ganteng..."
Kecanggungan sejenak meliputi mereka. Namun Sesaat kemudian terdengar musik dimainkan. Matt mengulurkan tangannya mengajak Astrid berdansa.
Merekapun berdansa di tengah ruangan. Mamiiiiii........ anakmu lagi dansa ama pangeran tampan berkuda putih.... Jantung Astrid berdetak keras sekali. Di satu sisi, ia ingin lagu ini cepat selesai. Ia takut jantungnya menggelinding keluar dari badannya. Di sisi lain, Astrid ingin waktu terhenti di saat ini.
"Ehm... Matt, aku mau ke dapur. Mo ngeliat si Andra masih nyisain Cheese Cake gak buat aku. Ikut, yuk." Ajak Astrid saat lagu sudah berganti dengan lagu pesanan relasi orangtuanya.
"Cheese Cake? Ok, kenapa nggak."
"Oh, disini lo ternyata. Dicariin nyokap lo. Ngilang mulu sih. EH!! ngapain lo deket-deket Cheese Cake gue. Bukannya ga demen, lo?" Tanya Astrid galak pada Brian saat melihat sepupunya itu sedang menikmati Cheese Cake berdua Andra di dapur.
"I never said that I hate Cheese Cake. Besides, it's very nice talking with Andra."
Astrid dan Matt kemudian bergabung dengan mereka. Pembicaraan berlangsung hangat diselingi tawa dan canda. Dua pasang hati menjalin menyatu malam itu. Apakah karena suasana malam tahun baru? Atau karena Cheese Cake?
*Ada yang mau Cheese Cake?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment